Sabtu, 19 Juni 2010

living is easy with eyes closed

Bagi sebagian orang, mimpi hanyalah sekedar ‘bunga tidur’ yang tidak ada artinya. Namun bagi sebagian yang lain, mimpi dianggap sebagai pertanda atau firasat akan terjadinya suatu hal dan memiliki makna yang khusus.

mimpi....
Mimpi sebagai salah satu jenis aktivitas alam bawah sadar, merupakan wujud komunikasi antara tubuh, pikiran, dan jiwa kita. Mimpi juga melibatkan penglihatan, pendengaran, emosi, dan indera-indera yang lain, walaupun yang menjadi pemeran utama sebenarnya adalah faktor kemampuan otak.

Perbincangan mengenai tafsir mimpi sudah berlangsung sejak zaman kuno. Pada zaman tersebut mimpi selalu dihubungkan dengan dewa-dewa, setan, dan hal-hal supranatural yang lainnya. Anggapan-anggapan seperti itu mulai bergeser saat Aristoteles (384-322 SM) mengemukakan pandangannya bahwa mimpi merupakan aktivitas mental ketika seseorang tidur. Saat tidur indera tetap bisa menangkap rangsangan dari luar, dan diperbesar melalui mimpi. Misalnya ketika seseorang kedinginan pada waktu tidur bisa bermimpi sedang berada di lautan salju.


Sepeninggal Aristoteles, penafsiran dan interpretasi tentang mimpi semakin berkembang. Yang paling popular adalah pandangan Macribius dan Artemidorus, yang membagi mimpi menjadi 2 bagian, yaitu :
- Mimpi yang berkaitan dengan masa lalu dan masa sekarang
- Mimpi yang berkaitan dengan masa depan, ada 3 yaitu : mimpi kenabian atau mimpi yang membawa pesan dari Tuhan (oraculum), mimpi yang meramalkan peristiwa yang akan terjadi pada masa mendatang (visio), dan mimpi simbolis yang hendaknya ditafsirkan secara hati-hati (somnium)
Dan pada perkembangannya, penafsiran atau interpretasi tentang mimpi seakan-akan berhubungan dengan kebiasaan, adat istiadat, dan kebudayaan di dalam masyarakat.


Peringatan : bagi yang sulit menerima kenyataan, jangan coba-coba menafsirkan mimpi anda! ‘living is easy with eyes closed’



from: kamus mimpi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar